Sebuah Negara di Tubuh Kita

Tidak ada sebuah negara tanpa pemerintahan. Dalam setiap negara pasti terdapat rakyat dan tentu saja ada pemerintah yang berfungsi untuk membuat hukum yang mengontrol dan mengatur negara. Pemerintah juga berfungsi melindungi dan menjaga keutuhan negara dari rongrongan yang akan mengancam eksistensi negara.

Tubuh kita pun seperti sebuah negara. Tubuh terdiri dari milyaran sel, jaringan tubuh, organ dan sistem. Otak adalah bagian tubuh yang berfungsi sebagai pemerintah yang mengatur banyak proses dalam tubuh juga mengontrol fungsi organ dan sistem. Otak juga bertugas untuk menjaga tubuh agar selalu aman terhindar dari rongrongan bibit penyakit yang akan mengancam kelangsungan hidup.

Seperti sebuah negara yang mempunyai sistem pertahanan dengan komando pemerintah, tubuh kita pun memiliki sistem pertahanan. Dimulai dari pertahanan luar, tubuh kita telah dilengkapi rintangan mekanis seperti kulit yang utuh tidak dapat ditembus makhluk halus (mikroorganisme) karena terdiri dari beberapa lapis yang rapat. Juga adanya keringat, air mata dan lendir yang membersihkan zar asing. Rambut hidung, refleks batuk, bersin, muntah bahkan sebenarnya diare pun adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan tubuh dari zat asing.

Rintangan kimiawi juga merupakan mekanisme pertahanan tubuh seperti asam lambung yang berfungsi membunuh bibit penyakit, juga lisozim (suatu enzim bakterisida) yang ada di mulut.

Ternyata demam pun merupakan reaksi mekanisme pertahanan tubuh kita. Demam bisa diibaratkan seperti sirine yang menandakan sedang tejadi keadaan gawat darurat dan berfungsi mengaktifkan semua komponen pertahanan untuk menjalankan tugas memberangus tentara asing.

Ketika terjadi infeksi, yaitu masuk dan berkembang biaknya makhluk halus di tubuh kita, tubuh kita bereaksi terhadap kerusakan sel-sel tubuh. Sel tubuh yang mati menghasilkan zat yang disebut pirogen eksogen yang dapat merangsang bala tentara tubuh seperti makrofag dan monosit yang sibuk melakukan fagositosis (memakan makhluk halus) untuk menghasilkan pirogen endogen. Zat ini lalu mengirimkan sinyal ke sel-sel hipotalamus di otak, lalu keluarlah prostaglandin yang akan menyetel termostat di hipotalamus pada suhu yang lebih tinggi. Maka timbullah perasaan dingin menggigil, suatu tanda suhu tubuh akan meningkat.

Sampai taraf tertentu demam ini sangat menguntungkan karena makhluk halus akan mati pada suhu yang tinggi, BMR (basal metabolic rate) meningkat, reaksi kimia tubuh dipacu, leukosit yang bertugas dalam sistem pertahanan juga akan lebih aktif. Tapi perlu hati-hati juga terhadap demam tinggi, karena dapat membahayakan otak.

Pertahanan tubuh yang seperti halnya bala tentara di suatu negara adalah pertahanan tubuh spesifik. Disebut spesifik berarti kerjanya tidak seperti asam lambung yang berfungsi membunuh semua bakteri.

Antibodi (imunoglobulin, Ig) dari sel plasma (berbentuk huruf Y) yang dilepaskan akan bertemu antigen dan melekat. Perlekatan Ig dan antigen si mahluk halus akan mengaktifkan T-limfosit untuk menghancurkan antigen tersebut. T-limfosit inilah bala tentara yang sesungguhnya, terdiri dari sel-T killer, Sel-T helper yang berfungsi seperti gas, yaitu menyebabkan sel-T pembunuh lebih cepat berkembang.  Sel-T supresor yang berfungsi seperti rem, yaitu mengurangi produksi antibodi dan keaktifan sel-T pembunuh.
Ketika mahluk halus masuk, leukosit yang memiliki beberapa bentuk dan nama langsung beraksi. Dimulai dengan makrofag yang merupakan ahli kimia berusaha mengenal protein yang ada di permukaan si mahluk halus yang dikenal dengan sebutan antigen dengan cara memakannya (lihat gambar). Lalu dari permukaannya keluar tanda yang menunjukkan siapa si penyusup itu. Setelah itu ia persembahkan hasil temuannya itu kepada bala tentara lain yang bertugas sebagai penyerang, yaitu T-limfosit dan B-limfosit. Kedua jenis limfosit yang diproduksi di sumsum tulang dan bermukim di jaringan limfatik ini segera melakukan persiapan pernyerangan. B-limfosit langsung membelah dan memperbanyak diri menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi yang spesifik sesuai dengan jenis protein yang dikeluarkan makrofag si ahli kimia, juga mengeluarkan sel memori untuk menyimpan data-data sang penyusup.

Membaca tentang sistem pertahanan tubuh, seperti layaknya membayangkan suatu negara dalam mempertahankan negaranya. Seru! Tapi ini semua dijalankan otomatis. Kita tidak usah ikutan dalam pertempuran ini secara langsung. Yang harus kita lakukan adalah dengan tetap menjaga diri agar tidak salah memasukkan makanan ke tubuh kita. Juga menjaga agar lingkungan tempat kita tinggal tidak membahayakan diri kita.

*BMR: metabolisme basal adalah energi yang diperlukan untuk kelangsungan organ tubuh seperti denyut jantung, sirkulasi darah dan cairan, pernafasan, pengiriman sinyal-sinyal saraf, kontraksi semua otot juga untuk mempertahankan suhu tubuh

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s