Para Pelindung Rasulullah

Keistimewaan Surat Yusuf (111 ayat) adalah surat ini diturunkan sekaligus; tidak berangsur-angsur seperti surat lainnya, tema surat yusuf hanya bercerita tentang Nabi Yusuf; tidak ada ceritayang lain dan diturunkan di Mekah di mana periode Mekah ini merupakan saat ditanamkannya fondasi teologi (aqidah). Surat Yusuf diturunkan tepatnya diakhir era Mekkah, di mana situasi dakwah Rasulullah pada saat itu dalam keadaan krusial, tegang dan tertekan, apalagi setelah meninggalnya “political protector”-nya,yaitu Abu Thalib dan juga “comfort protector”-nya, Khadijah.

Seperti yang kita ketahui, Abu Thalib adalah salah satu pemimpin Bani Hasyim yang ucapannya sangat berpengaruh.Beliau adalah paman Rasulullah yang mengasuh Rasulullah setelah ibu dan kakek Rasulullah meninggal dunia. Beliau mencintai Rasulullah melebihi anak-anaknya.Ketika orang Quraish memintanya untuk menghentikan dakwah Rasulullah beliau malah membelanya dan memberikan support kepada Rasul sehingga Rasul mendapatkan perlindungan dari pamannya ini.

Seperti halnya rejeki yang datangnya dari Allah namun lewat tangan manusia, tidak tiba-tiba turun uang dari langit,maka perlindungan Allah pun pada hakikatnya, in real sense, adalah dari Allah namun Allah memberikan perlindungan ini lewat tangan manusia. Nah seperti itulah Abu Thalib yang ditakdirkan menjadi pelindung Rasulullah pada saat itu.Karena di masa Arab jahiliyah password untuk hidup aman adalah adanya dukungan dari sebuah suku, dan Abu Thalib karena pengaruhnya memiliki hak untuk melindungi Rasulullah, maka Rasulullah semasa Abu Thalib masih hidup masih bisa berdakwah dengan sedikit aman. Namun setelah Abu Thalib wafat tidak ada lagi yang melindunginya di Mekah saat itu. Tekanan, penyiksaan dan usaha pembunuhan pada beliau dan pengikutnya meningkat dan sangat gencar dilakukan oleh orang Quraish Mekah. Sewaktu akan meninggal, Rasulullah meminta paman tercintanya untuk mengucapkan satu kalimat di mana Rasul bisa berargumentasi di hadapan  Allah untuk menyelamatkannya di akhirat nanti,  namun Abu Thalib tidak bisa mengatakan kalimat itu. Beliau lebih memilih agama nenek moyangnya.

Kehilangan yang kedua adalah kehilangan istri tercintanya, Khadijah,  tepat 6 minggu setelah wafatnya Abu Thalib. Khadijah telah memberikan segalanya pada Rasulullah:kasih sayang, anak, dan support baik secara fisik, mental dan finansial. Khadijah beriman kepada Allah dan Rasul disaat orang lain menentangnya. Lebih dari 25 tahun Khadijah menjadi satu-satunya  personal comfort bagi Rasulullah. Khadijah lah yang selalu menguatkannya  saat  pertamakali mendapat wahyu.  Ketika beliau bingung mendapatkan wahyu dan bertemu malaikat di Jabal Nur, beliau langsung pulang,bukan bertemu teman-temannya seperti Abu Bakar , tapi pulang ke rumah bertemuistrinya dan berkata, “Zambiluunii”, memintanya istirnya menyelimutinya. Khadijah lah yang menenangkannya. Khadijah adalah a supportive and peaceful wife.

Setelah meninggalnya dua “protector”nya yaitu Abu Thalib dan Khadijah, Rasulullah  melakukan perjalanan seorang diri  ke Thaif karena di Mekah keadaannya sudahsangat tertekan karena usaha pembunuhan terhadap dirinya sudah semakin gencar.

Thaif adalah sebuah kota yang bersebelahan dengan Mekah. Thaif merupakan kota yang terletak di atas gunung.  Jalanan menuju Thaif sangat berliku, berangin dan terjal. Rasulullah pergi ke Thaif dengan harapan penduduk Thaif bisa menerima dakwahnya. Namun apa yang beliau dapat adalah penolakan yang lebih brutal dan kasar dari penduduk Mekah. Karena pengalaman yang sangat tragis di Thaif menjadikan pengalaman di Thaif menjadi pengalaman yang terburuk dalam hidup Rasul. Seperti yang dituturkan Aisyah yang bertanya apakah ada hari yang lebih parah dari hari Uhud, lalu Rasulullah menjawab ada,yaitu hari Thaif.

Pada masa perang Uhud Rasulullah pernah kehilangan giginya dan mengalami luka fisik, juga luka batin karena begitu banyak sahabat yang syahid juga wafatnya seorang paman yang membelanya, yaitu Hamzah. Namun di Thaif beliau merasakan pengalaman yang lebih keras, di mana saat itu beliau sendirian sambil berlari dan berdoa menuruni gunung dilempari oleh penduduk Thaif. Saat itu malaikat berkata bahwa Rasul dengan ijin Allah untuk melakukan apa yang beliau suka terhadap penduduk Thaif dan menawarkannya untuk menghimpit penduduk Thaif dengan gunung namun Rasulullah lebih memilih memaafkan mereka dengan harapan anak cucu mereka bisa menerima Risalah Allahnanti dan ternyata harapannnya itu menjadi kenyataan.

Secara konteks umum Surat Yusuf diturunkan untuk menguatkan Rasulullah bahwa Nabi Yusuf pun dalam perjuangannya berdakwah juga mengalami penolakan dan penyiksaan.Nabi Yusuf pun mengalami the lost of the loved ones: terpisah dari bapaknya,tidak k bisa menikmati kasih sayang orang tuanya.

bersambung ** the tafseer of Surah Yusuf by Ibn Katsir supported with lectures by Syekh Yasir Qadhi.

About isonetea

akupunkturis tinggal di Bogor. Blog ini adalah blog tidak berbayar sehingga tidak luput dari iklan, oleh karena itu mohon mahap bila ada iklan yang tidak sopan muncul di blog ini.
Gallery | This entry was posted in islam and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s