Pabrik dan Buku Manual

Hampir semua pabrik mengeluarkan buku operation manual (petunjuk penggunaan) yang dikeluarkan untuk membantu pengguna agar bisa mengoptimalkan fungsinya dengan baik, tahan lama dan juga tidak mencelakakan si pengguna maupun orang lain.

Suatu pabrik tentunya akan mengeluarkan satu buku manual saja. Manusia sebagai produk ciptaan juga memiliki buku manual yang dikeluarkan oleh pabriknya, yaitu Allah SWT. Karena Allah yang menciptakan manusia (dan segala apa yang ada di alam ini) maka hanya Allah saja lah yang berhak mengeluarkan buku operation manual-nya manusia, karena Dia yang  mengetahui manusia agar manusia bisa hidup selamat di dunia dan di akhirat, agar manusia bisa mengoptimalkan fungsinya sebagai pengelola bumi ini, agar manusia bisa hidup bahagia walaupun banyaknya cobaan selama hidup di dunia. Namun sayangnya banyak manusia yang lebih memilih hidup tanpa adanya tuntunan sehingga mereka hidup tersesat di dunia dan tidak berbahagia dan kembali ke tempat yang salah di akhirat nanti.

Agar manusia mengerti dalam membaca buku manualnya, maka Sang Pabrik mengirimkan teknisi dari kalangan manusia sendiri untuk menjelaskan dan memberi contoh tentang tata cara pelaksanaan isi  buku manualnya. Dan juga untuk selalu tetap “on” manusia harus selalu tersambung dengan Sang Pabrik dalam bentuk penghambaan.Jadi kita solat dan melakukan ibadah lainnya sama sekali tidak merugikan atau menguntungkan Allah. Semua bentuk penghambaan itu adalah ditujukan bagikebaikan kita sendiri agar kita bisa menjalankan fungsi kita, agar jiwa kitatetap sehat dan selamat dunia dan akhirat. Untuk itulah Allah menyuruh kita solat karena dengan solat berarti kita mengingat Allah dan seperti kata Allah bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.

Sudah menjadi suatu ketentuan jika suatu pabrik menolak jika dalam produknya terdapat komponen bukan buatannya atau terdapat produk palsu, maka Allah pun akan menolak segala bentuk penghambaan dan peribadatan yang tidak ditujukan kepada-Nya. Karena pabrik manusia hanya satu,maka hanya Allah saja yang berhak menurunkan  untuk itu lah kita harus mengesakan Allah yang dalam ilmu agama disebut tauhid,yaitu mengesakan Allah.

Para ulama awal masa Islam membagi 3 macam tauhid, yaitu tauhid Rububiyyah, Ilahiyyah dan Asma wa sifat.

Tauhid Rububiyyah, yaitu mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kekuasaan dan pengaturan. Allah lah yang menyebabkan segala sesuatu ada lalu Dia yang menjaga danmemelihara ciptaan-Nya, tidak ada sesuatu yang terjadi melainkan atas ijin-Nya.Hampir semua manusia mengakui tauhid ini. Bahkan bangsa Arab jahiliyyah yang menyembah berhala pun mengakuinya. “Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka akan menjawab,“Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS AzZuhruf ayat 9).  Sayangnya ada di antaramanusia yang tidak bisa mengambil analogi  pelukis. Pelukis disebut pelukis kalau sangpelukis bisa menunjukkan bukti berupa lukisannya. Begitu  pun pencipta disebut pencipta jika ada buktiberupa ciptaannya.

Tauhid Uluhiyyah, yaitu mengesakan Allah dalam hal penyembahan. Karena naluri manusia mengatakan adanya sang pencipta (tauhidrububiyyah) maka mereka berusaha untuk terkoneksi dengan sang pencipta. Namun tanpaadanya tuntunan maka manusia akan salah dalam melakukan penyembahan. Kalau jaman dulu, sebelum masehi, nenek moyang kita menyembah batu atau benda-benda lainnya sebagai benda yang bisa memberikan kekuatan atau pun bisa menjadi pelantara terhadap yang menguasai seluruh alam mungkin itu dikarenakan mereka belum memiliki pengetahuan tentang siapa yang harus mereka sembah. Namun di jaman modern seperti sekarang di mana segala infomasi dapat didapat dengan sangat mudah jika ada orang yang datang untuk melakukan ritual atau permintaan ke tempat yang salah atau ke tempat di mana nenek moyang sebelum masehi melakukan penyembahan maka dapat disebut apakah manusia semacam ini?

Tauhid Asma wa sifat, yaitu pengesaan Allah yang dilihat dari nama-nama dan sifat-sifat-Nya.  Namun tidak semua dapat ditangkap oleh otak manusia yang sangat terbatas. Oleh karena itu cukuplah bagi kita mengenal-Nya dari apa yang sudah Dia sebutkan dalam buku manual-Nya dan dari teknisi-Nya. Dalam Al-Quran Allahmemberitahu kita bahwa Dia tidak sama dengan makhluk-Nya. “Tidak ada sesuatupunyang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” QS 42: 11

Manusia pertama diciptakan Allah di surga, lalu Dia menurunkan manusia di dunia ini tidak lain untuk menguji siapakah di antara kita yang paling baik amalannnya (QS al Mulk ayat 2). Untuk itu marilah kita berpegang teguh pada tali agama Allah yang sudah dijabarkan di buku manual dan teknisi-Nya agar kita bisa selamat kembali ke kampung halaman kita (surga) yaitu dengan mencari bekal sebanyak-banyaknya di dunia ini agar kita bisa pulang ke kampung kita yang sesungguhnya.

About isonetea

akupunkturis tinggal di Bogor. Blog ini adalah blog tidak berbayar sehingga tidak luput dari iklan, oleh karena itu mohon mahap bila ada iklan yang tidak sopan muncul di blog ini.
This entry was posted in islam. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s