Hiking ke Curug Malela

Pada Hari Sabtu, 16 Juli 2011, saya dan tiga orang teman dari IBP (Indo Backpacker) ber-hiking ria ke Curug Malela Bandung Barat. Acara hiking awalnya akan diikuti oleh 8 orang anggota IBP namun akhirnya hanya 3 orang dan seorang penyusup dadakan, yaitu saya, yang pergi.

Kami berangkat dimulai dari Terminal Ledeng Bandung. Lalu perjalanan diteruskan menuju ke Terminal Ciroyom, kemudian naik bis atau mobil Isuzu Elf  jurusan Bunijaya yang ditempuh sekitar 3 hingga 4 jam dengan membayar 15 ribu, lalu setelah itu dilanjutkan menyewa ojeg dengan jarak tempuh kira-kira 1 jam lebih dengan merogoh kocek 70 ribu (pp). Lalu dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri persawahan dengan medan yang licin. Bisa dibayangkan lamanya perjalanan kami dari daerah Ledeng Bandung pada pukul 07:15 AM tiba melihat curug dari dekat pada sekitar pukul setengah duaan. Jadi bagi yang tidak terbiasa hiking atau sedang patah hati, saya tidak merekemondasikan ke Curug yang seperti Niagara kecil ini. Bisa-bisa pulang babak belur atau malah tambah babak belur, deh! Hahaha.

Tidak banyak orang tahu Curug Malela yang terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat dan berbatasan dengan Kabupaten Cianjur di barat laut Bandung ini. Saya saja baru tahu nama curug ini karena diajak oleh salah satu jawara IBP yang teranggun (maklum kadang doi suka pake rok hehe). Kurang terkenalnya curug ini mungkin dikarenakan akses jalan menuju ke sana sangat berat karena belum dikelola dengan baik. Kalau hanya lama naik angkutan mungkin masih mending, tapi lama di ojeg dengan jalan yang berbatu dan curam sementara ojeg melaju dengan kecepatan turbo, apalagi ketika para abang ojeg tanpa ada pengumuman terlebih dahulu langsung menuruni tangga dari batu, maka perjalanan benar-benar serasa naik jet coaster! Hahahah. Mungkin sebagai masukan, Pemda Bandung Barat bisa belajar pada Pemda Kabupaten Kediri yang terlihat sudah mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata Gunung Kelud.

Dari empat ojeg yang kami naiki, ojeg yang saya tumpangi termasuk yang selalu juara terdepan karena sang penumpangnya ga pernah komentar, meneng ae, walaupun tu ojeg mau nyuksruk ke selokan! wakakakak. Ketika ojeg berjalan, serasa semua organ viscera (organ dalam) seperti Jantung dan Paru-paru ikut bergoyang hebat. Selama di ojeg saya sempat berfikir, betapa hebatnya Tuhan menciptakan kita. Pada kondisi dengan goyangan hebat pun, pada manusia yang sehat, ligament dan jaringan penyangga organ tubuh lainnya benar-benar kuat menyangga organ agar tetap pada tempatnya !

Karena saya dan teman-teman naik ojeg sebelum sampai di Bunijaya (depan Alfamart) maka dari atas jok ojeg kami sempat menikmati pemandangan perkebunan teh yang dikelola oleh PTPN VIII Montaya saat melewati Kecamatan Gununghalu – Rongga.

Tak jauh dari tangga yang membuat kami shocked karena ojeg-ojeg tanpa ampun menuruni tangga yang sudah terlihat rusak itu, kami bisa melihat Curug dari kejauhan. Ingin rasanya saya mengakhiri perjalanan hanya sampai di situ, namun tentunya sia-sia saja saya ke sana, karena judul perjalanan ke curug yang berarti baja ini adalah hiking. Petualangan ojeg yang mendebarkan tentu saja bukan hiking yang sesungguhnya Maka dengan kenekatan, saya jalani juga hari itu yang sebenarnya keberadaan saya di sana adalah karena takdir, yaitu tidak disangka-sangka bisa ikut hahahha.

Medan hiking menuju Curug Malela memang tidak seberat jalan menuju Pantai Segara Anakan (Laguna) di Pulau Sempu yang sangat berlumpur dan membuat saya menyerah untuk meneruskan perjalanan, namun jalan dengan turunan dan tanjakan yang curam, juga ada beberapa titik yang licin, lumayan cukup menantang dan berat bagi backpacker kotaan seperti saya. Namun tentunya bila track hiking ini semua di semen, akan menjadi tidak menarik bagi para IBP-ers. Namun bila dibandingkan jumlah pelancong yang berjiwa petualang sesungguhnya dengan pelancong yang berjiwa petualang jadi-jadian seperti saya, tentunya lebih banyak pelancong yang seperti saya lah heheh, jadi Pemda Kabupaten Bandung tentunya tidak mengkhawatirkan jika para IBP-ers menjadi tidak berminat lagi ke Curug Malela karena sudah tidak menantang lagi medannya.

Pak Dede Yusuf, ayo perbaiki sarana dan prasarana menuju dan di Curug Malela. Tentunya banyak yang ingin menikmati keindahan Curug Malela, Pak. Jangan khawatir kalo teman-teman IBP-ers ga mau datang lagi, kan masih ada saya dan kawan-kawan saya yang senasib yang minat dengan wisata alam yang menyejukkan tapi tidak meletihkan juga mendebarkan heheh. -1T

photos  by Tika Naibaho

hiking

 

About isonetea

akupunkturis tinggal di Bogor. Blog ini adalah blog tidak berbayar sehingga tidak luput dari iklan, oleh karena itu mohon mahap bila ada iklan yang tidak sopan muncul di blog ini.
This entry was posted in Jalan-jalan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s