Akupunktur dan Aplikasinya

Akupunktur adalah suatu cara pengobatan yang memanfaatkan rangsangan pada titik-titik akupunktur tubuh pasien, telinga atau kulit kepala untuk mempengaruhi aliran bioenergi tubuh yang disebut dengan qi (dibaca: chi). Qi ini mengalir dalam suatu saluran yang disebut meridian. Inti pengobatan akupunktur adalah untuk mengembalikan sistem keseimbangan tubuh atau dikenal dengan istilah homeostasis. Homeostasis terwujud dengan adanya aliran qi yang teratur dan harmonis dalam meridian sehingga pasien sehat kembali.

Adapun merangsang titik akupunktur dapat menggunakan berbagai alat; bisa dengan menggunakan jarum, moksa atau api (moksibasi), pernafasan (qi gong; dibaca: chikung), suara (sono puncture), air (aqua puncture), sinar laser atau pun hanya dengan menggunakan tangan yang dikenal dengan istilah acupressure.

Sebenarnya kata akupunktur yang kita kenal bukan berasal dari bahasa China, tapi berasal dari bahasa Yunani, yaitu berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punctura yang berarti menusuk. Sedangkan kata asal tusuk jarum dalam bahasa China adalah zhenjiu. Zhen berarti jarum, jiu berarti moksibasi. Istilah acupuncture atau akupunktur dalam bahasa Indonesia, lebih dikenal dan berkembang luas di dunia Internasional daripada kata aslinya zhenjiu. Hal ini dikarenakan orang luar China banyak yang mempelajari akupunktur dari buku-buku yang diterbitkan dalam bahasa Inggris yang tidak lain adalah terjemahan buku-buku pengobatan China klasik.

Pengobatan akupunktur yang dimulai 3000 tahun sebelum masehi oleh bangsa China, pada awalnya lahir sebagai hasil dari trial and error. Saat itu nenek moyang bangsa China, tanpa disertai pengetahuan anatomi, sudah dapat menggambarkan pola energi tubuh berdasarkan konsep keseimbangan antara dua sifat yang berlawanan yang disebut dengan istilah Yin-Yang.

Misteri tentang pengobatan akupunktur mulai dipecahkan melalui pendekatan kedokteran konvensional sejak tahun 1964. Adalah Prof. Kim Bong Han, seorang peneliti dari Korea Utara, yang mempelopori penelitian ilmiah di bidang akupunktur. Dalam usahanya mencari kebenaran rahasia sistem meridian akupunktur, ia telah meneliti dan dapat menunjukkan adanya sistem penghubung yang ia namakan sebagai Kyungrak system  yang sekarang dikenal dengan istilah sistem meridian.

Di Indonesia misteri akupunktur mulai dapat divisualisasikan melalui pendekatan kedokteran radiologi oleh Dr. Koosnadi Saputra  dari Puslitbang Yankes Depkes RI pada tahun 1990. Penelitian dilakukan dengan menggunakan radio isotop dan alat SPECT (Single Proton Emission Computerized Tomography) yang digunakan untuk melacak jalur meridian akupunktur. Ternyata penyuntikan dosis kecil isotop teknesium perteknetat pada titik Hegu, yaitu titik akupunktur yang berada di jalur meridian usus besar, menyebabkan migrasi atau perpindahan isotop. Migrasi ini tidak melalui jalur sistem pembuluh darah, pembuluh getah bening atau sistem syaraf, tapi merambat sepanjang meridian usus besar. Sedangkan penyuntikan isotop di bukan titik akupunktur tidak menunjukkan adanya migrasi isotop.

Saat ini akupunktur telah berkembang di berbagai negara. Hal ini tidak lepas dari manfaat akupunktur yang telah dirasakan oleh banyak penduduk di berbagai belahan dunia dalam mengobati berbagai macam penyakit. Untuk itulah sejak tahun 1975 organisasi kesehatan dunia (WHO) meminta diadakan pelatihan akupunktur Internasional yang dilakukan di Beijing, Shanghai dan Nanking untuk mencetak tenaga akupunkturis dalam membantu banyak negara dalam rangka mengentaskan masalah kesehatan.

Aplikasi pengobatan akupunktur sendiri kini makin meluas. Bukan hanya untuk mengembalikan homeostasis saja, tapi juga untuk menimbulkan berbagai efek, seperti analgesia (penghilang rasa sakit) dan anesthesia (pembiusan). Efek analgesia dan anesthesia terjadi karena titik akupunktur dapat meningkatkan kadar endorphin* dalam darah, juga opioid peptida endogenous di susunan syaraf pusat. Akupunktur anesthesia sejak tahun 1968 sudah dipraktekkan dalam pembiusan pembedahan besar di beberapa rumah sakit.

Efek aplikasi akupunktur yang lain adalah untuk penyembuhan, pencegahan (dapat meningkatkan daya tahan tubuh), menunjang olahraga (bisa menimbulkan efek dopping tanpa menggunakan obat), dan untuk meningkatkan penampilan (akupunktur estetika).

Di bidang veteriner, akupunktur ternyata dapat meningkatkan pengadaan pangan dan gizi asal protein hewani dengan cara meningkatkan produksi dan reproduksi, seperti: penggemukan ternak pedaging, merangsang super ovulasi, meningkatkan produksi susu dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

Karena dalam merangsang titik-titik akupunktur tidak harus melulu menggunakan jarum, seperti halnya penerapan pada hewan dengan menggunakan laser, maka besar kemungkinan akupunktur juga dapat diterapkan pada tumbuhan. Di samping seperti yang terungkap dalam penelitian-penelitian akupunktur bahwa aliran qi tidak mengikuti sistem yang ada di dalam tubuh.

Selama ini promalin sudah dikenal sebagai zat pengatur tumbuh tumbuhan buah yang dalam pembuatannya memerlukan komponen kimiawi. Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan dilakukan penelitian tentang adanya alur meridian pada tumbuhan. Manfaat yang diharapkan misalnya peningkatkan jumlah pembelahan sel pada ujung kelopak buah, sehingga dapat didapatkan buah dengan ukuran besar, juga diharapkan dapat digunakan untuk mempercepat masa panen dan meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap hama penyakit.

Penelitian akupunktur untuk mempercepat masa panen misalnya dapat diterapkan pada pohon zaitun (Olea europaea L.) yang selama ini tumbuh di lahan yang kering seperti di kawasan Mediterania. Pohon zaitun yang menurut penelitian banyak mengandung omega 9 dan dapat mengobati penyakit ini baru bisa berbuah dan panen setelah puluhan tahun lamanya, karena memang masa hidupnya panjang, bisa mencapai 500 tahun. Ada kemungkinan akupunktur bermanfaat untuk mempercepat masa berbuah dan panen tanaman ini, apalagi bila memungkinkan tanaman ini juga bisa dibudidayakan di wilayah Indonesia bagian timur yang dikenal sebagai wilayah kering dan panas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan di daerah yang selalu mengalami puso (gagal panen) karena panjangnya musim kemarau di daerah tersebut.

Dalam praktek klinis, sebelum melakukan pengobatan akupunktur, seorang pasien didiagnosa dengan menggunakan 4 cara pemeriksaan, yaitu: pengamatan, pendengaran dan pembauan, wawancara serta perabaan. Dalam pengamatan dilihat keadaan shen (keadaan jiwa,semangat, sinar mata dan kesadaran), se (warna dan kesegaran wajah), sing tay (keadaan fisik anggota tubuh luar), dan lidah (keadaan otot dan selaput lidah). Dalam pendengaran dan pembauan dideteksi apakah ada suara seperti batuk, dll serta bau yang keluar dari tubuh pasien. Dalam wawancara, pasien ditanya keluhan utama, riwayat penyakit, dll. Dalam perabaan diraba apakah tubuh pasien terdapat tonjolan, ketegangan, panas atau nyeri saat ditekan.

Begitu banyak manfaat akupunktur bagi masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia, maka tidaklah berlebihan jika menteri kesehatan RI mengeluarkan peraturan nomor 1186/Menkes/ Per/XI/1996 tentang pemanfaatan akupunktur di sarana kesehatan. Semoga akupunktur dapat lebih berkembang dan diaplikasikan dalam rangka turut menyehatkan masyarakat.

*Endorphin merupakan neurotransmitter yang menyampaikan perintah supaya timbul rasa nyaman. Endorphin merupakan morphin yang diproduksi tubuh.

About isonetea

akupunkturis tinggal di Bogor. Blog ini adalah blog tidak berbayar sehingga tidak luput dari iklan, oleh karena itu mohon mahap bila ada iklan yang tidak sopan muncul di blog ini.
Gallery | This entry was posted in Kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s