Kacang Amazon

1545896_10204413560240740_4964814326431738999_n

kacang amazon di sekolah cipta cendikia

Kacang amazon yang mempunyai nama latin Bunchosia argentea merupakan tanaman langka di Indonesia, karena memang tanaman ini aslinya berasal dari Amerika Selatan. Meskipun berasal dari Amerika Selatan, tanaman ini dapat tumbuh di luar daerah asalnya, dengan syarat tanaman ini ditanam pada ketinggian 100 hingga 2600 meter di atas permukaan laut.

Tanaman kacang amazon jika sekilas dilhat akan mirip dengan melinjo, tanaman asli Indonesia yang biasanya  dibuat emping atau menjadi campuran sayur asam. Tapi jika diperhatikan, tanaman ini tentu saja memiliki susunan daun, batang dan buah yang berbeda.

Biasanya warna daun berbeda dari ujung tangkai hingga pangkalnya.  Namun berdasarkan hasil pengamatan, semua daun kacang amozon dari ujung hingga pangkal berwarna sama, yaitu hijau sedang.  Bentuk daun berberbentuk oval dan terlihat tebal, dengan tulang daun berbentuk menyirip, serta sisi daun bergelombang. Tentu saja cirri-ciri daun seperti ini berbeda dengan melinjo yang berdaun tipis dan berbeda warna dari pangkal hingga ujung tangkai. Namun daun tidak terlihat lebat.

Bunchosia argentina termasuk tumbuhan berkayu karena memiliki kayu, namun batang tidak tumbuh membesar dan  tumbuhan ini bisa hidup dengan mencapai ketinggian 5 hingga 20 meter.

Buah kacang amazon yang masih mentah berwarna hijau, lalu mendekati matang berwarna oranye, dan saat matang berwarna merah. Perpaduan warna ini menjadikan tanaman ini menjadi indah dipandang mata. Buah yang sudah matang terasa lembek. Mungkin karena lembek seperti mentega tanaman ini di luar negeri disebut peanut butter fruit. Walaupun buah tidak mengeluarkan wangi yang harum, namun buah yang sudah matang  dan sekaligus bijinya bisa dimakan.

Tumbuhan kacang amazon yang dikembang biakan dengan stek maupun cangkok selain dapat dimakan daging buah dan bjinya juga dapat dijadikan tanaman yang bisa memperhias pekarangan,karena buahnya yang indah ber warna-warni.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Honesty is the Best Policy, Kisah Ka’ab bin Malik

Seperti kita ketahui, surat At-Taubah atau nama lainnya surat Bara’ah adalah surat yang tidak diawali dengan Basmallah. Banyak pendapat para ulama tentang hal ini,salah satunya adalah pendapat Ali bin Abi Thalib RA, “Bismillahir rahmanir rahim adalah suatu kedamaian (ketenteraman), sedangkan Surah At-Taubah diturunkan tanpa kedamaian.” Continue reading

Posted in islam | Leave a comment

Blessing in Disguise, Kisah Perjanjian Hudaibiyah

Rasulullah bermimpi sewaktu berada di Madinah. Dalam mimpinya beliau dan para sahabatnya memasuki Masjidil Haram dan mengambil kunci Ka’bah lalu beliau melakukan thawaf dan umrah. Sebagian mereka ada yang mencukur dan ada pula yang memangkas rambutnya. Kemudian beliau mengabarkan mimpi beliau kepada para sahabat. Tentu saja mereka bergembira karena mereka sudah lama meninggalkan Mekah, kampung halaman mereka, berhijrah ke Madinah meninggalkan harta dan kerabat mereka. Mereka merasa mereka akan memasuki Mekah tahun itu juga. Lalu mereka pun mengadakan perjalanan dan membawa hewan-hewan kurban yang dihalau dihadapan mereka agar orang-orang Quraisy tahu bahwa kedatangan Rasulullah hanya untuk menziarahi Baitullah, bukan untuk berperang. Namun orang Quraisy mendengar berita kunjungan ini, dan mereka menghimpun barisan untuk menghalangi Rasulullah. Continue reading

Posted in islam | Leave a comment

Mahasiswa Baru (Siluet Part 3)

Tidak terasa akhirnya tiba saatnya  ujian  masuk sekolah ini. Mata ujian yang diujikan adalah Matematika, IPA, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Aku sengaja membeli buku-buku rangkuman pelajaran SMA  yang diujikan sebagai tanda aku benar-benar  ingin lulus tes dan belajar di sekolah ini.

Ujian masuk dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Wah, aku jadi merasa semakin mantap untuk kuliah di sekolah ini. Hal ini semakin menguatkanku untuk belajar akupunktur di Sekolah Tinggi Ilmu Akupunktur Malang (STIAM). Pertimbangan yang membawaku datang jauh-jauh untuk belajar akupunktur adalah: kesatu, karena letaknya di kota Malang yang merupakan kota berukuran sedang seperti Bogor. Sebenarnya di Surabaya juga ada pendidikan D3 akupunktur, namun karena  aku tidak begitu nyaman tinggal di kota besar seperti Jakarta, maka Malang adalah pilihan terbaikku. Kedua, dalam brosur sekolah ini terdapat logo sebuah RS di Malang. Kalau sekolah itu milik sebuah rumah sakit, berarti sekolah baru ini tidak akan bubar, sebab aku belum pernah dengar ada rumah sakit bubar, dan tentunya para mahasiswa akan mudah praktek lapangan di rumah sakit itu. D3 gitu loh pasti banyak prakteknya, bukan? Ketiga, karena di brosur dicantumkan nam ketua organisasi profesi pusat yang ikut jadi dosen di sekolah ini.  Keempat, karena melihat gelar dosen-dosennya yang berpendidikan tinggi,  malah ada seorang dosen yang kuingat namanya pernah masuk kolom “Sosok” harian Kompas! Continue reading

Posted in Novel | Leave a comment

Kosan Kolam Renang (Siluet Part 2)

Saat kami berbincang-bincang, muncul seorang Bapak berkumis lebat, bertampang sangar. Tampaknya beliau ini dulunya bekerja sebagai polisi militer, karena ada lukisan beliau sewaktu muda mengenakan seragam PM di ruang tamu.

“Siapa ini?” tanyanya sambil melotot. Continue reading

Posted in Novel | Leave a comment

Malang, Aku Datang (Siluet Part 1)

Pagi itu untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di bumi Malang. Dengan masih berbalut jaket karena kedinginan berada di dalam bis ber-AC, di terminal Arjosari Malang aku merasakan udara dingin yang sama seperti yang kurasakan di dalam bis. Udara dingin Malang pagi itu di bulan Juli menyerang badanku yang tidak tahan dingin. “Oh, ternyata Malang kota yang dingin,”  pikirku.  Begitu turun dari bis, aku langsung menelopon Dini. Ternyata dia sudah menunggu di luar terminal. Setelah bertanya di mana pintu keluar pada orang-orang yang ada di sekitarku, lalu aku langsung menuju arah di mana pintu keluar berada. Setelah sampai pintu keluar, kugerakkan kepalaku ke kanan dan ke kiri mencari wajah yang kukenal sejak belasan tahun silam. Lalu mataku menangkap rupa yang kucari: wajah putih bersih, mata seperti artis Desi Ratnasari, hidung mancung,senyum merekah yang memamerkan gigi molar-nya yang kecil dan lancip. Ah, tidak salah lagi itu pasti  Dini, teman satu SMP, SMA dan kampus. Walaupun tidak pernah sekelas dengannya, namun aku dan Dini adalah dua orang sahabat . Dari kejauhan aku melihat Dini melambaikan tangannya. Lalu dengan semangat sambil terus tersenyum padanya dan  sambil menjinjing tas tangan aku menghampirinya. Di sampingnya berdiri seorang laki-laki berbadan tegap dan tinggi, ya, itu pasti suaminya Pak Iman yang didampingi kedua anaknya yang ganteng dan cantik, Hakim dan Tia. Continue reading

Posted in Novel | Leave a comment

Tafsir Surat Yusuf Ayat 1

Asbabun nuzul (sebab diturunkannya) Surat Yusuf adalah:

1. Orang Quraish di Mekah bertanya kepada orangYahudi di Madinah, tentang bagaimana menyingkirkan Nabi Muhammad. Lalu orang Yahudi memberi jawaban yaitu tanyakan saja dia (Nabi Muhammad) tentang Nabi Yusuf. Kalau tidak bisa menjawab berarti dia bukan nabi.  Untuk diingat, saat itu di Mekah tidak ada orang Yahudi, mereka tinggal di Madinah, maka orang Quraish datang ke Madinah. Orang Quraish melihat orang Yahudi sebagai bangsa yang superior karena mereka punya kitab dan bisa menulis dan membaca sedangkan orang Quraish tidak karena mereka pagans/penyembah berhala)

2. Para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammadmengapa tidak bercerita tentang orang2 jaman dulu. Ini merupakan human nature yang ingin mendengar cerita krn cerita bisa mengisnpirasi danmemberikan morals. Sebagai respon, Allah menurunkan surat yusuf.  Continue reading

Posted in islam | Leave a comment